Kamis, 01 November 2012

Laporan Biologi Uji Makanan (SMAN 2 Bangkalan)


   I.        Judul

-      Uji kandungan atau zat-zat yang ada dalam makanan

II.        Tujuan pratikum

-      Untuk mengetahui kandungan-kandungan atau zat-zat yang ada dalam makanan

III.        Alat dan bahan

*    Alat :
-      Tabung reaksi, penjepit, dan rak tabung reaksi
-      Pipet
-      Gelas kimia / Erlenmeyer
-      Kertas sampul tipis / kertas buram
-      Spirtus

*   Bahan :
-      Larutan lugol
-      Larutan biuret
-      Larutan fehling A dan B / benedick
-      Bahan makanan (tepung, susu, melon, alpukat, wortel, putih telur, ikan, salak, dan apel)

IV.        Cara kerja

1.     Ambil 27 tabung reaksi, bagi 9 dan anggota kelompok diberi label 1, 2, dan 3 (lihat gambar pada lampiran)
2.     Masukkan masing-masing dari setiap bahan makanan ke 3 tabung reaksi, kemudian ujilah masing-masing dengan 5 tetes lugol (untuk uji amilum) , 5 tetea biuret (untuk uji protein) dan 5 tetes reagen fehling A+B (khusus fehling A + B dipanaskan atau dididihkan dengan api spirtus) untuk uji glukosa. Amati perubahan yang terjadi !
3.     Catatlah hasil pengamatanmu ke dalam tabel hasil pengamatan
4.     Untuk uji lemak, teteskan sedikit semua bahan makanan pada kertas buram dan biarkan beberapa saat. Amati apa yang terjadi !




.  

 V.        Hasil pengamatan

Dari percobaan yang telah kami lakukan , diperolehlah hasil pengamatan sebagai berikut :

No.
Jenis Makanan
Reaksi Perubahan Warna
Noda Pada Kertas
Hasil Uji Makanan
Lugol
Fehling A+ B
Biuret
Amilum
Glukosa
Protein
Lemak
1.
Tepung
Kehitaman
Orange
Ungu
T
+
+
+
+
2.
Susu
Coklat
Orange
Ungu
TT
-
+
+
-
3.
Melon
Tetap
Orange
Tetap
T
-
+
-
+
4.
Alpukat
Tetap
Orange
Tetap
TT
-
+
-
-
5.
Wortel
Tetap
Coklat
Tetap
TT
-
-
-
-
6.
Putih Telur
Bening
Hitam
Ungu
T
-
-
+
+
7.
Ikan
Tetap
Coklat
Ungu
T
-
-
+
+
8.
Salak
Coklat
Coklat
Coklat
TT
-
-
-
-
9.
Apel
Coklat
Coklat
Tetap
TT
-
-
-
-

Keterangan :
+       (Mengandung/ ada)
-        (Tidak mengandung/ tidak ada)
T       (Tembus)
TT     (Tidak Tembus)























VI.        Analisa data

Setelah melakukan beberapa uji percobaan pada makanan , diperoleh beberapa analisa data dari hasil pengamatan dalam percobaan tersebut.
Pada Jenis makanan tepung, diperolehlah warna kehitaman setelah diberi 5 tetes lugol. Hal ini desebabkan karena dalam tepung mengandung amilum atau senyawa karbohidrat.  Dan pada saat ditetesi Fehling A dan B dan dipanaskan, warna cairan tepung tersebut berubah menjadi orange yang menandakan bahwa dalam tepung juga mengandung glukosa. Begitu pula saat ditetesi dengan Biuret. Warna cairan tepung berubah menjadi ungu. Hal itu disebabkan karena biuret bereaksi dengan protein yang terdapat dalam tepung. Pada saat melakukan uji Lemak dengan meneteskan cairan tepung pada kertas buram , kertas tersebut menjadi tembus pandang setelah dikeringkan. Hal itu muncul karena tepung juga mengandung lemak.
Pada minuman susu, tidak ditemukan warna biru kehitaman atau warna kehitaman setelah ditetesi lugol. Hal itu disebabkan karena susu tidak mengandung amilum atau karbohidrat. Sedaangkan pada saat ditetesi Fehling A dan B dan dipanaskan, susu tersebut berubah warna menjadi orange yang menunjukkan dalam susu tersebut mengandung glukosa. Saat susu ditetesi larutan biuret, susu berubah warna menjadi ungu. Hal ini desebabkan karena susu tersebut mengandung protein di dalamnya. Dan pada uji lemak, tetesan susu pada kertas buram setelah kering tidak tembus pandang. ini dikarenakan susu tidak mengandung lemak.
Pada cairan buah melon, tidak terjadi perubahan warna pada cairan tersebut setelah ditetesi lugol. Hal ini disebabkan karena tidak ditemukannya amilum pada cairan buah melon tersebut. Dan pada saat uji glukosa, warna cairan berubah menjadi orange yang menunjukkan bahwa melon tersebut mengandung glukosa. Akan tetapi tidak ditemukan lemak pada buah melon tersebut.
Saat uji amilum pada cairan buah alpukat, cairan alpukat tersebut tidak berubah warna karena cairan tersebut tidak mengandung amilum. Akan tetapi pada saat uji glukosa, ditemukan perubahan warna pada cairan tersebut menjadi orange karena cairan alpukat tersebut mengandung glukosa. Tidak ditemukannya protein pada cairan alpukat tersebut karena cairan alpukat tidak mengalami perubahan warna pada saat ditetesi larutan biuret. Dan cairan pada kertas buram tidak tembus pandang karena tidak ditemukannya lemak pada cairan alpukat tersebut,
Pada cairan wortel, tidak ditemukan warna biru kehitaman atau warna kehitaman setelah ditetesi lugol. Hal itu disebabkan karena susu tidak mengandung amilum atau karbohidrat. Sedangkan pada saat ditetesi Fehling A dan B dan dipanaskan, cairan wortel tesebut berubah warna menjadi coklat yang menunjukkan bahwa cairan tersebut tidak mengandung glukosa. Saat cairan wortel ditetesi larutan biuret, cairan tidak mengalami perubahan warna. Ini menunjukkan bahwa cairan wortel tidak mengandung protein. Dan pada uji lemak, tetesan cairan wortel pada kertas buram setelah kering tidak tembus pandang. ini dikarenakan wortel tidak mengandung lemak.
Pada Jenis makanan putih telur , tidak diperoleh warna kehitaman setelah diberi 5 tetes lugol. Hal ini desebabkan karena dalam putih telur tidak mengandung amilum atau senyawa karbohidrat.  Dan pada saat ditetesi Fehling A dan B dan dipanaskan, warna cairan tepung tersebut berubah menjadi hitam yang menandakan bahwa dalam putih telur tidak mengandung glukosa. Begitu pula saat ditetesi dengan Biuret. Warna putih telur berubah menjadi ungu. Hal itu disebabkan karena biuret bereaksi dengan protein yang terdapat dalam putih telur. Pada saat melakukan uji Lemak dengan meneteskan putih telur  pada kertas buram, kertas tersebut menjadi tembus pandang setelah dikeringkan. Hal itu muncul karena putih telur  juga mengandung lemak.
Pada Jenis makanan ikan yang telah dicairkan, tidak diperoleh warna kehitaman setelah diberi 5 tetes lugol. Hal ini desebabkan karena dalam ikan tidak mengandung amilum atau senyawa karbohidrat.  Dan pada saat ditetesi Fehling A dan B dan dipanaskan, warna cairan tepung tersebut berubah menjadi coklat yang menandakan bahwa dalam ikan tidak mengandung glukosa. Begitu pula saat ditetesi dengan Biuret. Warna putih telur berubah menjadi ungu. Hal itu disebabkan karena biuret bereaksi dengan protein yang terdapat dalam ikan. Pada saat melakukan uji Lemak dengan meneteskan cairan ikan pada kertas buram , kertas tersebut menjadi tembus pandang setelah dikeringkan. Hal itu muncul karena ikan juga mengandung lemak.
Pada cairan salak, tidak ditemukan warna biru kehitaman atau warna kehitaman setelah ditetesi lugol. Hal itu disebabkan karena salak tidak mengandung amilum atau karbohidrat. Sedangkan pada saat ditetesi Fehling A dan B dan dipanaskan, cairan salak tersebut berubah warna menjadi coklat yang menunjukkan bahwa cairan tersebut tidak mengandung glukosa. Saat cairan salak ditetesi larutan biuret, cairan salak berubah menjadi coklat. Ini menunjukkan bahwa salak tidak mengandung protein. Dan pada uji lemak, tetesan cairan salak pada kertas buram setelah kering tidak tembus pandang. ini dikarenakan salak tidak mengandung lemak.
Pada cairan apel, tidak ditemukan warna biru kehitaman atau warna kehitaman setelah ditetesi lugol. Hal itu disebabkan karena apel tidak mengandung amilum atau karbohidrat. Sedangkan pada saat ditetesi Fehling A dan B dan dipanaskan, cairan apel tesebut berubah warna menjadi coklat yang menunjukkan bahwa cairan tersebut tidak mengandung glukosa. Saat cairan wortel ditetesi larutan biuret, cairan tidak mengalami perubahan warna. Ini menunjukkan bahwa cairan apel tidak mengandung protein. Dan pada uji lemak, tetesan cairan apel pada kertas buram setelah kering tidak tembus pandang. ini dikarenakan apel  tidak mengandung lemak.


   











VII.        Diskusi Pertanyaan

1.     Bahan apa saja yang dianggap sebagai sumber protein, karbohidrat, dan lemak ?
Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan, sumber protein ada pada tepung, susu, putih telur, dan ikan. Sember karbohidrat ada pada tepung. Dan sumber lemak dapat ditemukan pada tepung, melon, putih telur dan ikan. 

2.     Beri Kesimpulan dari hasil kegiatan tersebut !
Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
a.     Tepung mengandung amilum, glukosa, protein, dan juga lemak.
b.     Susu hanya mengandung glukosa dan protein
c.      Melon hanya mengandung glukosa dan lemak
d.     Alpukat hanya mengandung glukosa
e.      Wortel tidak mengandung amilum, glukosa, protein, ataupun lemak
f.       Putih telur hanya mengandung protein dan lemak
g.     Ikan hanya mengandung protein dan lemak
h.     Salak tidak mengandung amilum, glukosa, protein, ataupun lemak
i.       Apel tidak mengandung amilum, glukosa, protein, ataupun lemak



VIII.        Kesimpulan

Apabila pada saat uji amilum warna cairan tersebut berubah menjadi biru kehitaman atau kehitaman, berarti makanan tersebut mengandung amilum, seperti yang ditemukan pada uji jenis makanan tepung.
Apabila pada saat uji glukosa warna cairan tersebut berubah menjadi orange, berarti makanan tersebut mengandung glukosa seperti yang ditemukan pada percobaan zat makanan tepung, melon, susu, dan alpukat.
Dan apabila saat uji protein warna cairan tersebut berubah menjadi ungu, maka makanan tersebut mengandung protein seperti yang ditemukan pada percobaan zat makanan tepung, susu, putih telur, dan ikan.
Dan juga apabila pada saat uji lemak ditemukan noda yang tembus pandang pada kertas buram, maka makanan tersebut mengandung lemak seperti yang ditemukan dalam percobaan uji makanan tepung, melon, putih telur, dan ikan. 


0 komentar:

Posting Komentar