Kamis, 01 November 2012

Makalah Fisika Gelombang Elektromagnetik


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Gejala-gejala kelistrikan dan kemagnetan erat hubungannya satu sama lain. Hal ini tampak pada gejala-gejala berikut :
1.      Muatan listrik dapat menghasilkan medan listrik di sekitarnya, yang besarnya diperlihatkan oleh hukum Coulomb
2.      Arus listrik atau muatan yang mengalir dapat, menghasilkan medan magnet disekitarnya yang besar dan arahnya ditunjukkan oleh hukum Bio Savart atau hukum ampere
3.      Perubahan medan magnetik dapat menimbulkan GGL induksi yang dapat menghasilkan medan listrik dengan aturan yang diberikan oleh hukum induksi Faraday

Berawal dari percobaan James Clark Maxwell, seorang ahli fisika dari Scotlandia. Jika Faraday menemukan bahwa perubahan medan magnetik haruslah menghasilkan medan listrik, maka menurut Maxwell perubahan medan listrik haruslah menghasilkan medan magnetik. Maxwell mengemukakan suatu hipotesis : Karena perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka sebaliknya, perubahan medan listrik pun akan dapat menimbulkan medan magnet. Hipotesa itu dibuktikan melalui percobaan dua bola isolator yang bermuatan listrik digetarkan pada pegas untuk menimbulkan perubahan medan magnet dan medan listrik sehingga dipancarkanlah gelombang elektromagnetik.
Percobaan Maxwell
berkas-rem.jpg

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak memerlukan medium untuk perambatannya atau disebut juga sebagai peristiwa timbulnya medan listrik dan medan magnetik secara berkala dan menjalar ke segala arah. Gelombang elektromagnetik ditimbulkan oleh muatan yang dipercepat, terdiri atas madan magnetik B dan medan listrik E yang bergetar saling tegak lurus dan keduanya tegak gelombang transversal.  
Kecepatan rambat gelombang elektromagnetik ditentukan oleh permeabilitas vakum µo dan permitivitas vakum Ɛo sesuai dengan hubungan
            Dengan memasukkan nilai-nilai tertentu, akan diperoleh c = 2,998 x 108 m/s atau dibulatkan menjadi c = 3 x 108 m/s
Orang yang pertama kali menguji hipotesa Maxwell mengenai gelombang elektromagnetik adalah Hein rich Hertz. Dari percobaannya menampakkan percikan bunga api yang berarti terjadi pemindahan energi gelombang elektromagnetik. Dalam percobaan yang dilakukannya, Hertz juga berhasil membuktikan cepat rampat GEM sesuai dengan nilai yang diramalkan Maxwell.

1.2  Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, kami mengambil beberapa rumusan masalah antara lain :
1.      Apa sifat-sifat gelombang elektromagnetik (GEM) ?
2.      Bagaimana rentang spektrum GEM ? jelaskan !
3.      Bagaimana energi yang ada dalam GEM ?


1.3  Tujuan Penulisan Makalah

Adapun tujuan kami menulis makalah ini antara lain adalah :
1.      Untuk mengetahui latar belakang terjadinya gelombang elektromagnetik (GEM)
2.      Untuk mengetahui sifat-sifat GEM
3.      Untuk mengetahui rentang spektrum GEM lebih jelas
4.      Untuk mengetahui energi-energi apa saja yang terdapat dalam GEM


1.4  Manfaat Penulisan Makalah

Harapan yang akan dicapai dalam penulisan makalah ini antara lain :
1.      Sebagai tambahan wawasan pengetahuan tentang GEM
2.      Sebagai sumber ilmu dalam materi GEM
3.      Memperdalam teori, konsep, ataupun rumus tentang GEM



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sifat-sifat Gelombang Elektromagnetik
            Hipotesa Maxwell mengenai gelombang elektromagnetik telah terbukti kebenarannya melalui eksperimen Hein rich Hertz. Di samping itu, eksperimen Hertz ini juga menunjukkan sifat-sifat gelombang elektromagnetik, antara lain sebagai berikut :
*      Dapat merambat dalam ruang hampa
*      Merupakan gelombang transversal
*      Dapat mengalami polarisasi
*      Dapat mengalami pemantulan (refleksi)
*      Dapat mengalami pembiasan (refraksi)
*      Dapat mengalami interferensi
*      Dapat mengalami lenturan atau hamburan (difraksi)
*      Merambat dalam arah lurus

2.2 Rentang Spektrum Gelombang Elektromagnetik
            Gelombang elektromagnetik terdiri dari bermacam-macam gelombang yang berbeda frekuensi dan panjang gelombangnya, tetapi kecepatannya di ruang hampa adalah sama, yaitu c = 3 x 108 m/s.
 
            Hubungan antara frekuensi f, panjang gelombang λ, dan cepat rambat gelombang elektromagnetik c adalah
Berikut adalah urutan spektrum gelombang elektromagnetik diurutkan mulai dari frekuensi terkecil hingga frekuensi terbesar.
1.      Gelombang radio

Gelombang radio dapat dihasilkan oleh rangkaian elektronika yang disebut osilator. Gelombang radio ini dipancarkan oleh antena dan diterima oleh antena pula. Terdapat dua modulasi gelombang radio, yaitu AM (Amplitudo Modulation) dan FM (Frequency Modulation). Dua modulasi tersebut dapat menentukan jenis radio yang akan dimiliki sesuai fungsinya.

-          Keunggulan AM
AM juga dipakai dalam transmisi isyarat video dalam televisi. AM adalah sistem yang sederhana, murah, dan hanya membutuhkan lebar jalur kecil. Jangkauan siaran dengan frekuensi AM lebih jauh (200 km) dan biaya untuk pemancaran AM lebih murah daripada FM.

-          Kelemahan AM
AM buruk dalam performansi isyarat terhadap desah bila dibandingkan dengan FM.

-          Keunggulan FM
Amplitudo yang konstan dari gelombang FM memungkinkan efisiensi pemancar yang tinggi. Desah pada isyarat FM hanya sepertiga dari desah isyarat AM untuk lebar jalur yang sama. FM memiliki kemampuan transmisi stereo yang tidak dimiliki oleh pemancar AM. Kualitas audio yang diterima juga lebih tinggi daripada kualitas audio yang dimodulasi dengan AM.

-          Kelemahan FM
Jalur yang dibutuhkan lebih lebar. Untuk siaran hiburan, harga FM (max) biasanya adalah ± 75 kHz yang memungkinkan frekuensi pemodulasi sebesar 15 kHz. FM memiliki jangkauan siaran terbatas (75 km), dibalik gunung atau bukit tidak bisa ditangkap siarannya.

Berikut adalah pengelompokan radio berdasarkan frekuensi dan panjang gelombangnya.
Lebar frekuensi
Panjang gelombang
Beberapa pengguna
Low (LF)
30 kHz – 300 kHz
Long wave
1500 m
Radio gelombang panjang dan komunikasi melalui jarak jauh
Medium (MF)
300 kHz  – 30 MHz
Medium wave
300 m
Gelombang medium lokal dan radio jarak jauh
High (HF)
3 MHz – 30 MHz
Short wave
30 m
Radio gelombang pendek dan komunikasi radio amatir dan CB
Very High (VHF)
30 MHz – 300 MHz
Very short wave
3 m
Radio FM, polisi, dan pelayanan darurat
Ultra High (UHF)
300 MHz – 3 GHz
Ultra short wave
30 cm
TV

Super High (SHF)
Di atas 3 GHz
Microwaves
3 cm
Radar, komunikasi satelit, telepon, dan saluran TV

2.      Gelombang televisi

Penyiaran televisi biasanya disebarkan melalui gelombang radio VHF dan UHF dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 300 MHz – 3 GHz. Gelombang ini merambat lurus, tidak dapat dipantulkan oleh atmosfer-atmosfer bumi. Untuk menangkap sinyal gelombang televisi diperlukan sebuah stasiun penghubung (relay) atau bahkan juga membutuhkan  sebuah satelit sebagai stasiun penghubung jarak yang sangat jauh.

3.      Gelombang mikro (radar)

Memiliki frekuensi yaitu 3 GHz (3x109 Hz). Radar adalah singkatan dari Radio Detection and Ranging. Antena radardaoat bertindak sebagai pemancara dan penerima gelombang elektromagnetik. Pesawat radar juga digunakan untuk mengukur kedalaman laut menggunakan sifat pemantulan.

Keterangan :
s   = jarak bidang pantul dengan pesawat radar (m)
c   = kecepatan cahaya (3x108 m/s)
 = selang waktu pengiriman dan penerima pulsa (s)
4.      Sinar inframerah

Sinar inframerah memiliki jangkauan frekuensi 1011 Hz sampai 1014 Hz atau daerah panjang gelombang 10-4 m sampai dengan 10-1 m. Sinar inframerah dapat dihasilkan oleh elektron dalam molekul yang bergetar karena dipanaskan. Sinar ini tidak banyak dihamburkan oleh partikel-partikel udara. Contoh penggunaan inframerah adalah untuk menyelidiki suatu penyakit dalam tubuh dengan pancaran inframerah, dan dapat juga digunakan untuk mempelajari atau mengetahui struktur suatu molekul (dikenal dengan spektroskopi inframerah). 

5.      Sinar tampak (cahaya)

Sinar tampak atau disebut cahaya adalah sinar yang dapat membantu pengelihatan kita. Sinar tampak memiliki frekuensi yang cukup sempit dan panjang gelombang 10-7 m sampai dengan 10-6 m. Sinar tampak memiliki spektrum warna yang dimulai dari frekuensi terkecil sampai terbesar yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Jadi, warna merah memiliki frekuensi terkecil dan panjang gelombang terbesar sedangkan warna ungu memiliki frekuensi terbesar dan panjang gelombang terkecil.

6.      Sinar ultraviolet

Jenis gelombang elektromagnetik yang mempunyai frekuensi 1015 Hz sampai 1016 Hz atau daerah panjang gelombang 10-8 m sampai 10-7 m ini dihasilkan oleh atom dan molekul dalam loncatan atau nyala listrik. Matahari adalah sumber utama dari sinar ulraviolet. Dengan mempunyai energi yang kira-kira sama dengan energi yang diperlukan dalam suatu reaksi kimia, maka sinar ultraviolet dapat digunakan untuk memendarkan barium platina sianida, menghitamkan plat foto yang berlapis perak bromida, dan memiliki daya pembunuh kuman, terutama untuk kuman-kuman penyakit kulit.

7.      Sinar – X

Sinar-X pertama kali ditemukan oleh Wilhelm Conrad Rontgen pada tahun 1895, sehingga sinar-X ini disebut juga sinar Rontgen. Sinar-X dapat dihasilkan oleh elektron-elektron yang terletak di bagian kulit elektron atau dapat pula dihasilkan oleh pancaran radiasi yang keluar ketika elekron yang berkecepatan tinggi menumbuk permukaan logam. Sinar-X memiliki daerah frekuensi antara 1016 Hz sampai 1020 Hz dan daerah panjang gelombang 10-9 m sampai 10-6 m. Dengan panjang gelombang yang pendek dan frekuensi yang besar, sinar-X mempunyai daya tembus kuat. Sinar-X banyak digunakan dalam bidang kedokteran maupun dalam bidang industri. Sinar-X dapat dipakai untuk mendeteksi organ-organ dalam tubuh, dapat dipakai memotret posisi tulang dalam tubuh, misalnya untuk menentukan posisi tulang yang patah.  

8.      Sinar gamma ϒ

Daerah frekuensi sinar gamma antara 1020 Hz samapai dengan 1025 Hz dan panjang gelombang 10-11 m sampai 10-8 m. Sinar gamma merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi terbesar. Sinar gamma ini dihasilkan oleh inti-inti atom yang tidak stabil. Sinar gamma mempunyai daya tembus yang sangat besar, dapat menembus pelat besi dengan ketebalan beberapa cm. Untuk mendeteksi adanya sinar gamma dipakai peralatan detektor Geiger-Muller.

2.3 Energi dalam Gelombang Elektromagnetik
2.3.1 Hubungan antara Medan Magnet B, Medan Listrik E, dan Cepat Rambat GEM c
            Gelombang elektromagnetik merambatkan energinya dalam bentuk medan listrik dan medan magnet yang satu sama lain saling tegak lurus dan berubah secara periodik seperti tampak pada gambar dibawah ini :
electromagneticwavefigure1.jpg
            Dari gambar tersebut dapat dirumuskan dengan   , dimana E adalah medan listrik, B adalah medan magnet, dan c adalah cepat rambat GEM. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara medan magnet B, medan listrik E, dan cepat rambat GEM c adalah tegak lurus. Itu sebabnya GEM disebut gelombang transversal.

2.3.2 Rapat Energi Listrik dan Magnet
            Energi persatuan volume atau yang disebut dengan rapat energi listrik  dapat dirumuskan dengan :
dimana ,
 = rapat energi listrik (atau  J  )
= permitivitas listrik = 8,85 x    
E = kuat medan listrik (N/C atau N )

            Energi magnetik persatuan volume atau rapat energi magnetik  dapat dirumuskan dengan :
=  
dimana ,
 = rapat energi magnetik (J/m3)
B = besar induksi magnetik (Wb/m2 = T)
µ0 = permeabilitas magnetik = 4π x 10-7 Wb A-1 m-1


2.3.3  Intensitas Gelombang elektromagnetik
            Intensitas GEM atau laju energi yang dipindahkan melalui gelombang elektromagnetik disebut pointing (lambang S). Dapat dirumuskan sebagai berikut :
Intensitas gelombang (laju energi rata-rata per m2) yang dipindahkan melalui gelombang elektromagnetik sama dengan rapat energi rata-rata dikalikan dengan cepat rambat cahaya. Dapat juga dituliskan dengan :



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Dari pengumpulan referensi yang kami lakukan , dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :

1.      Sifat-sifat gelombang elektromagnetik adalah
*      Dapat merambat dalam ruang hampa
*      Merupakan gelombang transversal
*      Dapat mengalami polarisasi
*      Dapat mengalami pemantulan (refleksi)
*      Dapat mengalami pembiasan (refraksi)
*      Dapat mengalami interferensi
*      Dapat mengalami lenturan atau hamburan (difraksi)
*      Merambat dalam arah lurus

2.      Urutan spektrum gelombang elektromagnetik diurutkan mulai dari frekuensi terkecil hingga frekuensi terbesar yaitu
a.      Gelombang radio
b.      Gelombang televisi
c.       Gelombang mikro (radar)
d.      Sinar inframerah
e.      Sinar tampak (cahaya)
f.        Sinar ultraviolet
g.      Sinar-X
h.      Sinar gamma

3.      Hubungan antara Medan Magnet B, Medan Listrik E, dan Cepat Rambat GEM c dapat dirumuskan dengan

                                  dengan

3.2   Saran

Kepada para pembaca, kami menyarankan untuk mengingat rumus dasar (rumus medan listrik E dan cepat rambat cahaya c) untuk mempermudah mengingat dan mengaplikasikan rumus yang akan dipakai untuk menyelesaikan

0 komentar:

Posting Komentar